Jumat, 07 Februari 2014

Welcome Back

Malam telah memuntahkan segala pekatnya,langit mulai terisolasi dengan kentalnya awan yang menutupi langit langit. Yaa.malam ini adalah malam yang sangat getir dilapisi oleh dingin nya rintik hujan yang telah begitu merasuk ke dalam dada.

5-February-2014.  Pukul  03:42:36.

   Masuk sebuah pesan dengan kata-kata dan pengirim yang tak asing.Tertulis
“kerak pipa,kangen ahaha.. nite”
Akupun langsung mengetahui kalau yang mempunyai  nomor tersebut adalah “shine” ya,dia adalah wanita yang selama ini telah kukagumi setiap sorot mata dan lekuk senyumnya  dari kejauhan .
Dan Tak pernah terfikir juga kalau wanita sipit,bening ,berkacamata yang lebih mirip daging cumi-cumi itu kembali menghubungi. Ahh..Semesta memang mempunyai  caranya sendri untuk mempertemukan kita.
Bait demi bait pesanpun mulai saling bersautan menceritakan berbagai kenangan yang telah lalu.dan tenggelam lah mereka kedalam cerita lampau yang dulu pernah mereka ukir di sudut hati mereka masing masing.

A:  heyy..kamu dapet nomorku dari mana? Ini kan nomor baruku
B: Hahaha..kau masih tetap bodoh seperti dulu.pengagum punya berbagai cara buat stalker,entah FB atau Twitter, Meski udah di block keduanya. :(
A: ahahah..gak nyangka kalo km masih suka” stalker stalker gitu ,sejak kapan?
B: sejak 28-oktober-2013. “waktu kamu lebih memahkotakan pertemanan”
A: ahahaha..oiya tadi aku baca blog kamu untuk yang kedua kalinya,maaf ya vik kalo aku orangnya  gak peka.
B: ia gpp,”maaf juga kalo dulu aku bodoh, ternyata jadi teman hidup untuk mendengarkan  setiap cerita bahagia & sedih mu lebih menyenangkan dari pada menjadi seorang pacar.yaa,kalo masalah cinta sih itu tergantung kamunya aja. toh,kalo kamu juga cinta.km juga pasti anggep aku sebagai sosok seseorang yang pantes buat di cintain. Ahahahh..jadi bolehkah cowok yang lebih mirip cerita “punguk merindukan bulan ini mengukir perjalanan nya lagi?
A: maksud kamu baikan? Emmm.. okee hahaha..
B: serius nih? Ahahaha asikk-asiik.gimana kalo nanti sore kalo langit lagi gak bersedih kita jalan keluar jajan sossis sambil nikmatin senja?
A: emm.. oke deeh. Tapi aku gak janji yaah. Soalnya aku lagi banyak planning nih.               

 Akhirnya Pagipun mulai menjemput rindunya sendiri dan embun pun mulai menetes seiring terik sang mentari yang mulai muncul,aku melakukan kegiatan yang selama ini kulakukan sebagai pengantar sekolah untuk adik ku sendiri. Di perjalanan semua perasaan menjadi satu,antara bahagia karna semesta telah mempertemukan kita lagi dan akirnya kau yang selama ini menjadi tema yang selalu ingin kutuliskan telah kembali.kebahagiaan meletup tak karuan seperti knalpot motor di depan ku ini yang melontarkan suaranya,seolah rindu itu telah mempertemukan nya dengan angin .
Ahh..aku terlalu bahagia pagi ini,sampai semua semesta kata kata yang ku ingin tuliskan di blog ini tak mampu untuk mewakilinya. Dan pada akhirnya aku tak  sabar untuk menikmati senja bersama wanita yang sudah lama kucintai dalam diam.

A: maaf,aku gak bias nikmatin senja sambil jajan sosis sama kamu. Aku harus bikin kacamata & itu makan waktu yang lama,terus nanti aku harus ke binus .ada urusan lain nya.
B: owh,iaudah.gimana kalo aku beli sossisnya trs kamu nanti kesini buat ngambil.
A: owhh okee” nanti selesai aku urus kacamata yang udah usang ini aku langsung ke tempat kamu ya.
B: oke.

Pukul 20:00:46

Handphone yang sejak senja tadi terus ku genggam menunggu pesan dari  wanita sipit itu akhirnya masuk juga.”hey,aku udah di tempat kamu nih,kamu dimana?” katamu.
“Oke,aku otw kesana”lekas ku ambil sossis dan kornet yang sedari tadi kupanaskan agar hangatnya tetap terjaga. Berjalan lah aku menuju tempat yang sudah kita janjikan tadi,di sudut jalan ku liat sosok wanita yang 3 bulan ini hilang dari pandangan dan akhirnya kita di pertemukan lagi. Biarkan lah langit,awan,dan sang malam menjadi saksi bisu di antara pelukan hangat kita.
Lekuk senyum dan tatapan di antara dua bolamatamu yang sayu masih menjadi caraku menikmati kebahagiaan atas dirimu.kupasangkan lah senyumku lebar lebar untuk mewakili semua rindu yang akhirnya terbalas ini.

B: ini,sossis sesuai pesananmu yang di bakar dan di sajikan secara manis.tanpa ada pedas sedikitpun. Seperti yang selalu kau pesan dulu. Hehehe
A: terimakasih,nih uang untuk menggantinya.
B: gak usah,kaya baru kenal aja sih. Aku gak pernah minta ganti apa apa,ataupun menghitung untung ruginya sama kaya cintain  kamu selama ini . hahaha ,jadi sekarang kamu mau langsung ke binus apa gimana?
A: kayaknya aku mau service motor deh,ini oli harus dig anti sama lampunya udah gak bersinar kaya dulu.
B: waah,Masalah bersinar kayaknya kamu itu juaranya deh
A: hah? Maksud kamu?
B: yaa..maksud aku km dari dulu kita ketemu sampe sekarang sinarnya masih terang gitu,lampu aja sampe kalah awetnya ahahaha..

Sebuah obrolan dan senyum tawa telah mewarnai malam yang waktu itu terlihat semakin pekat.tak peduli orang yang lalu lalang melewati bengkel tempat kita memperbaiki motor kotor yang satu tahun kau cuci telah memperhatikan kita dari kejauhan. Suapan demi suapan yang kau tawarkan ke goa mulutku ini menambah manis malam yang sakral ini.
Yap,selesai sudah di perbaiki kendaraan roda dua yang telah menemani setiap kilometermu.gemuruh pun mulai datang dari dada yang menanyakan tentang waktu kenapa begitu cepat memisahkan kerinduan yang kurang lebih 3jam ini. “oke,akhirnya motorku selesai juga” katamu.

B:“kau yakin ingin pergi?,di saat malam begitu mendung terasa menahan kerinduan yang ingin meledak ini?”
A: yaa.. aku ada acara penting di sana
B: okee,kalau begitu. Berhati hatilah di jalan. Jaga juga perasaan seseorang yang mengagumi mu di sini.

Genggaman jari jari lentikmu menjadi pemisah di pertemuan pertama kita ini,
Punggung mu mulai menjauh.meninggalkan motor yang telah berlalu lalang yang sedari tadi bergeming.meninggalkan aku bersama angin yang bersentuhan dengan dingin nya malam.heningpun menyelimuti mala m ini.padahal jalanan ini terlihat ramai oleh aktifitas berbagai orang.tapi kenapa Cuma aku yang masih merasa sendiri.

‘melihat punggungmu yang mulai menjauh ada sebagian jiwa yang berontak ingin menahanmu sebentar. Tapi sebagian yang lain memaksaku untuk membiarkan saja dirimu pergi.
 “sungguh, di setiap waktu. Aku selalu cinta padamu”


The hardest part of feeling is when no matter what you do to show that you lome someone. But she never saw you as a person who deserve to be loved” -@dydelz

1 komentar:

  1. ciyee,, semangat deh bang. awas galau lagi :P wkwkwk

    BalasHapus