Malam telah memuntahkan segala pekatnya,langit mulai
terisolasi dengan kentalnya awan yang menutupi langit langit. Yaa.malam ini
adalah malam yang sangat getir dilapisi oleh dingin nya rintik hujan yang telah
begitu merasuk ke dalam dada.
5-February-2014.
Pukul 03:42:36.
Masuk sebuah pesan dengan kata-kata dan pengirim yang tak
asing.Tertulis
“kerak pipa,kangen ahaha.. nite”
Akupun langsung mengetahui kalau yang mempunyai nomor tersebut adalah “shine” ya,dia adalah wanita
yang selama ini telah kukagumi setiap sorot mata dan lekuk senyumnya dari kejauhan .
Dan Tak pernah terfikir juga kalau wanita sipit,bening ,berkacamata
yang lebih mirip daging cumi-cumi itu kembali menghubungi. Ahh..Semesta memang
mempunyai caranya sendri untuk mempertemukan
kita.
Bait demi bait pesanpun mulai saling bersautan menceritakan
berbagai kenangan yang telah lalu.dan tenggelam lah mereka kedalam cerita
lampau yang dulu pernah mereka ukir di sudut hati mereka masing masing.
A: heyy..kamu dapet
nomorku dari mana? Ini kan nomor baruku
B: Hahaha..kau masih tetap bodoh seperti dulu.pengagum punya
berbagai cara buat stalker,entah FB atau Twitter, Meski udah di block keduanya.
:(
A: ahahah..gak nyangka kalo km masih suka” stalker stalker
gitu ,sejak kapan?
B: sejak 28-oktober-2013. “waktu kamu lebih memahkotakan
pertemanan”
A: ahahaha..oiya tadi aku baca blog kamu untuk yang kedua
kalinya,maaf ya vik kalo aku orangnya
gak peka.
B: ia gpp,”maaf juga kalo dulu aku bodoh, ternyata jadi
teman hidup untuk mendengarkan setiap
cerita bahagia & sedih mu lebih menyenangkan dari pada menjadi seorang
pacar.yaa,kalo masalah cinta sih itu tergantung kamunya aja. toh,kalo kamu juga
cinta.km juga pasti anggep aku sebagai sosok seseorang yang pantes buat di
cintain. Ahahahh..jadi bolehkah cowok yang lebih mirip cerita “punguk
merindukan bulan ini mengukir perjalanan nya lagi?
A: maksud kamu baikan? Emmm.. okee hahaha..
B: serius nih? Ahahaha asikk-asiik.gimana kalo nanti sore
kalo langit lagi gak bersedih kita jalan keluar jajan sossis sambil nikmatin
senja?
A: emm.. oke deeh. Tapi aku gak
janji yaah. Soalnya aku lagi banyak planning nih.
Akhirnya Pagipun mulai menjemput
rindunya sendiri dan embun pun mulai menetes seiring terik sang mentari yang
mulai muncul,aku melakukan kegiatan yang selama ini kulakukan sebagai pengantar
sekolah untuk adik ku sendiri. Di perjalanan semua perasaan menjadi satu,antara
bahagia karna semesta telah mempertemukan kita lagi dan akirnya kau yang selama
ini menjadi tema yang selalu ingin kutuliskan telah kembali.kebahagiaan meletup
tak karuan seperti knalpot motor di depan ku ini yang melontarkan
suaranya,seolah rindu itu telah mempertemukan nya dengan angin .
Ahh..aku terlalu bahagia pagi
ini,sampai semua semesta kata kata yang ku ingin tuliskan di blog ini tak mampu
untuk mewakilinya. Dan pada akhirnya aku tak
sabar untuk menikmati senja bersama wanita yang sudah lama kucintai
dalam diam.
A: maaf,aku gak bias nikmatin senja sambil
jajan sosis sama kamu. Aku harus bikin kacamata & itu makan waktu yang
lama,terus nanti aku harus ke binus .ada urusan lain nya.
B: owh,iaudah.gimana kalo aku
beli sossisnya trs kamu nanti kesini buat ngambil.
A: owhh okee” nanti selesai aku
urus kacamata yang udah usang ini aku langsung ke tempat kamu ya.
B: oke.
Pukul 20:00:46
Handphone yang sejak senja tadi
terus ku genggam menunggu pesan dari
wanita sipit itu akhirnya masuk juga.”hey,aku udah di tempat kamu
nih,kamu dimana?” katamu.
“Oke,aku otw kesana”lekas ku
ambil sossis dan kornet yang sedari tadi kupanaskan agar hangatnya tetap
terjaga. Berjalan lah aku menuju tempat yang sudah kita janjikan tadi,di sudut
jalan ku liat sosok wanita yang 3 bulan ini hilang dari pandangan dan akhirnya
kita di pertemukan lagi. Biarkan lah langit,awan,dan sang malam menjadi saksi
bisu di antara pelukan hangat kita.
Lekuk senyum dan tatapan di
antara dua bolamatamu yang sayu masih menjadi caraku menikmati kebahagiaan atas
dirimu.kupasangkan lah senyumku lebar lebar untuk mewakili semua rindu yang
akhirnya terbalas ini.
B: ini,sossis sesuai pesananmu
yang di bakar dan di sajikan secara manis.tanpa ada pedas sedikitpun. Seperti
yang selalu kau pesan dulu. Hehehe
A: terimakasih,nih uang untuk
menggantinya.
B: gak usah,kaya baru kenal aja
sih. Aku gak pernah minta ganti apa apa,ataupun menghitung untung ruginya sama
kaya cintain kamu selama ini . hahaha
,jadi sekarang kamu mau langsung ke binus apa gimana?
A: kayaknya aku mau service motor
deh,ini oli harus dig anti sama lampunya udah gak bersinar kaya dulu.
B: waah,Masalah bersinar kayaknya
kamu itu juaranya deh
A: hah? Maksud kamu?
B: yaa..maksud aku km dari dulu kita ketemu sampe sekarang
sinarnya masih terang gitu,lampu aja sampe kalah awetnya ahahaha..
Sebuah obrolan dan senyum tawa telah mewarnai malam yang
waktu itu terlihat semakin pekat.tak peduli orang yang lalu lalang melewati
bengkel tempat kita memperbaiki motor kotor yang satu tahun kau cuci telah
memperhatikan kita dari kejauhan. Suapan demi suapan yang kau tawarkan ke goa
mulutku ini menambah manis malam yang sakral ini.
Yap,selesai sudah di perbaiki kendaraan roda dua yang telah
menemani setiap kilometermu.gemuruh pun mulai datang dari dada yang menanyakan
tentang waktu kenapa begitu cepat memisahkan kerinduan yang kurang lebih 3jam
ini. “oke,akhirnya motorku selesai juga” katamu.
B:“kau yakin ingin pergi?,di saat malam begitu mendung
terasa menahan kerinduan yang ingin meledak ini?”
A: yaa.. aku ada acara penting di sana
B: okee,kalau begitu. Berhati hatilah di jalan. Jaga juga
perasaan seseorang yang mengagumi mu di sini.
Genggaman jari jari lentikmu menjadi pemisah di pertemuan
pertama kita ini,
Punggung mu mulai menjauh.meninggalkan motor yang telah
berlalu lalang yang sedari tadi bergeming.meninggalkan aku bersama angin yang
bersentuhan dengan dingin nya malam.heningpun menyelimuti mala m ini.padahal
jalanan ini terlihat ramai oleh aktifitas berbagai orang.tapi kenapa Cuma aku
yang masih merasa sendiri.
‘melihat punggungmu yang mulai menjauh ada sebagian jiwa
yang berontak ingin menahanmu sebentar. Tapi sebagian yang lain memaksaku untuk
membiarkan saja dirimu pergi.
“sungguh, di setiap
waktu. Aku selalu cinta padamu”
“The hardest part of feeling is when no matter what you do to show that
you lome someone. But she never saw you as a person who deserve to be loved”
-@dydelz
ciyee,, semangat deh bang. awas galau lagi :P wkwkwk
BalasHapus