Kamis, 20 Februari 2014

Fucklentine day’s

Esok sudah hari valentine hari di mana se ongok manusia yang mempunyai pasangan saling  berbagi  kepada pasanganya masing masing,kecuali  Viki ,manusia yang cenderung mempunyai kisah kelam di dalam setiap kisah percintaan nya kepada shine. Ya,shine. Wanita yang dia sukai tapi dia hanya menganggap viki seorang teman dikala ia merasa sendiri.

13/02/2014 14:16:46

Siang ini terasa terik,mentari mulai menari di ujung kepala.serasa panas membasahi seluruh tubuh yang telah kering dikoyak oleh kerinduan.
Pesan: “Vik Service motor abis berapa ya? Lo dimana? Gw baru ada pulsa nih”
Pesan dari shine ,wanita sipit itu kembali menghubungi setelah dua hari ini telah pergi bersama kekasihnya.
V: “gw kurang tau,nih paling juga kurang dari 50Rban” kenapa emang?”
 S: “ini,motor gw gak enak di pake,udah lama juga sih gak di service,lo bisa kesini gak?”
Tanpa berfikir panjang,viki langsung meminta setengah uang hasil kerja mengantar adik sekolah untuk bekal ke tempat shine.meski banyak terucap kata tidak,tapi dengan sedikit usaha dan penjelasan dia berhasil mendapatkan nya.

13/02/2014 14:58

V: “gw udah di depan rumah lo,cepet keluar”
S:” oke bentar,gw ganti baju dulu vik” tapi kita ke tempat nyokap gw dulu ya,gw mau minta ongkos buat service hehehe..
V: iaudah ,terserah lo aja.
Perjalanan terasa hampa meski mereka telah berdua ,mungkin karena wanita itu sibuk bercengkrama oleh handphone nya,entah dengan temannya yang lain atau dengan kekasihnya di luar kota. Ahh.telah banyak yang berubah darinya  ’ memang aku juga mengerti,kesempatan kedua tak akan pernah sama atau lebih indah dari kesempatan pertama’ 
♦♦♦

Tibalah di mall tempat ibu dari wanita ini bekerja menafkahi kedua anaknya,aku disini menunggu tepat di depan mall,melihat senja sembari melihat sepasang pria dan wanita bercengkrama di jembatan.mereka terlihat asik entah membicarakan apa,tapi yang kulihat dari lekuk senyumnya mereka terlihat bahagia. Tersirat dalam benakku,apakah mereka sepasang kekasih? Atau mereka hanya sekedar teman? Atau mereka hanya seorang kakak dan adik yang sedang berbincang bincang di jembatan? Tapi jujur saja,senyum mereka terlihat bahagia seperti diriku tiga bulan yang lalu.
Kualihkan pandanganku kepada pria yang sedang duduk di motor, dia tepat di depanku,pria ini setia menggenggam handphone dan menaruh helm di antara kedua kakinya.entah apa yang ia nanti.mungkin seorang gadis,atau dia hanya sebagai tukang ojek yang setia menunggu penumpang.
 “hei,apa yang sedang kau tunggu?kekasih kah? Atau temanmu yang ada di dalam sana? ” ucapku memecah suasana kosong yang sedari tadi kulihat dari sorot matanya,meski suasa depan mall ini telah ramai oleh lalu lalang kendaraan.”apalah yang ingin kau ketahui tentangku?” ucapnya.”hey..tenanglah kawan,aku hanya ingin menjadi teman bicara di saat senja ini” ucapku dengan nada menenangkan.
Dengan raut wajah memerah seolah ingin meledak dia kembali berkata.“tak usahlah kau terlalu peduli,bukankah kau telah mengerti tentangku? Yaa.kau sama sepertiku,menanti seseorang yang telah kau inginkan tapi dia telah terlanjur kecewa terhadapmu dan hanya mengganggapmu sebagai teman.benarkan?
hey vik!! ,ayo kita jalan .udah gw ambil nih uang buat service motor. Ucap shine sambil menepuk pundakku dari arah belakang.
Beruntunglah diriku ini, selamatkan oleh shine dari amarah kaca spion yang tadi ingin ku ajak bicara.
♦♦♦

Senja telah mati di bunuh sang malam,aku masih di sini. Sendiri di depan warnet tempatku biasa melepas penat bersama wanita angkuh berparas cantik itu.dan dia telah asik bercengkrama mengukir kata kata indah yang dia abadikan dalam video kepada kekasihnya di seberang kota sana.
Mungkin terdapat kata “valentine” dan “sayang” di sana. ahh.. apa hak ku? Aku hanya kurir tempat dia berpindah dari satu tempat ke tempat lain,takkan ada tempatku untuk menaruh rasa cemburu di kedua pasangan yang sedang mengukir kisah mereka di suduh hati masing masing.cih! aku tersenyum getir di belakang punggung nya. Kurasa itu sudah cukup untuk mewakili perasaan yang aku alami malam itu.
 Lampu lampu malam terus tertawa geli melihat seorang pria bodoh yang sedang menikmati secangkir kopi hitam .seolah mereka berkata ”hei..sebenarnya siapa yang sedang kau bohongi,? Kau bersamanya tapi hatinya tak bersama mu bodoh!”pergilah!! kebahagiaan itu kau cari,bukan kau tunggu bodoh.!!”
Mendengar celoteh pedas yang memenuhi sesak dalam kepalaku,kurasa ini saat yang tepat untuk mengungkapkan semuanya,lantas ku masuki tempat itu dan menarik tangan lembut wanita itu. Mengungkapkan kalau dia adalah semestaku ,tempatku bertahan dan mengunci tiap sela hati yang menjadi rapat ini.
S: “yaa vik,aku juga begitu terhadapmu. Tenang saja ,dan  dia adalah tempatku untuk mengisi kekosongan di kala kita berpisah.maaf aku berbohong selama ini.”
Semesta berhenti setelah telingaku mendengar apa yang tadi ia ucapkan,dan lampu lampu yang tadi membodohiku telah tersenyum getir dan berkata “liat,pria bodoh itu akhirnya di satukan oleh semestanya” kau beruntung nak .
V: jadi,maukah kau mengukir setiap kenangan tua yang dulu telah terhenti ini shine?
S: tentu .. ♥
Ku kulum bibir merah mudanya dan kubiarkan kupu kupu bersarang dalam perutnya ,dan ku biarkan ia menikmati setiap tegukan cinta yang telah ku berikan selama ini. Mereka berdua tersenyum dan berpelukan hingga erat.


“ hei vik !! bangun. Lo ketiduran lagi di samping operator,ayo anter gw pulang” aku membuka mata dari suara yang tak asing di telingaku ini, Berengsek!,aku bermimpi buruk di hari valentine ini .



PS: maaf kalo agak jelek,viki nya lagi galau waktu cerita ke gue. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar