Esok sudah
hari valentine hari di mana se ongok manusia yang mempunyai pasangan
saling berbagi kepada pasanganya masing masing,kecuali Viki ,manusia yang cenderung mempunyai kisah
kelam di dalam setiap kisah percintaan nya kepada shine. Ya,shine. Wanita yang dia sukai tapi dia hanya
menganggap viki seorang teman dikala ia merasa sendiri.
13/02/2014 14:16:46
Siang ini terasa
terik,mentari mulai menari di ujung kepala.serasa panas membasahi seluruh tubuh
yang telah kering dikoyak oleh kerinduan.
Pesan: “Vik Service
motor abis berapa ya? Lo dimana? Gw baru ada pulsa
nih”
Pesan dari shine
,wanita sipit itu kembali menghubungi setelah dua hari ini telah pergi bersama
kekasihnya.
V: “gw kurang
tau,nih paling juga kurang dari 50Rban” kenapa emang?”
S: “ini,motor gw gak enak di pake,udah lama
juga sih gak di service,lo bisa kesini gak?”
Tanpa berfikir
panjang,viki langsung meminta setengah uang hasil kerja mengantar adik sekolah untuk
bekal ke tempat shine.meski banyak terucap kata tidak,tapi dengan sedikit usaha
dan penjelasan dia berhasil mendapatkan nya.
13/02/2014 14:58
V: “gw udah di
depan rumah lo,cepet keluar”
S:” oke bentar,gw
ganti baju dulu vik” tapi kita ke tempat nyokap gw dulu ya,gw mau minta ongkos
buat service hehehe..
V: iaudah
,terserah lo aja.
Perjalanan terasa
hampa meski mereka telah berdua ,mungkin karena wanita itu sibuk bercengkrama
oleh handphone nya,entah dengan temannya yang lain atau dengan kekasihnya di
luar kota. Ahh.telah banyak yang berubah darinya ’ memang aku juga mengerti,kesempatan kedua
tak akan pernah sama atau lebih indah dari kesempatan pertama’
♦♦♦
Tibalah di mall tempat ibu dari wanita ini bekerja
menafkahi kedua anaknya,aku disini menunggu tepat di depan mall,melihat senja
sembari melihat sepasang pria dan wanita bercengkrama di jembatan.mereka
terlihat asik entah membicarakan apa,tapi yang kulihat dari lekuk senyumnya
mereka terlihat bahagia. Tersirat dalam benakku,apakah mereka sepasang kekasih?
Atau mereka hanya sekedar teman? Atau mereka hanya seorang kakak dan adik yang
sedang berbincang bincang di jembatan? Tapi jujur saja,senyum mereka terlihat
bahagia seperti diriku tiga bulan yang lalu.
Kualihkan pandanganku kepada pria yang sedang duduk di
motor, dia tepat di depanku,pria ini setia menggenggam handphone dan menaruh
helm di antara kedua kakinya.entah apa yang ia nanti.mungkin seorang gadis,atau
dia hanya sebagai tukang ojek yang setia menunggu penumpang.
“hei,apa yang sedang kau tunggu?kekasih kah?
Atau temanmu yang ada di dalam sana? ” ucapku memecah suasana kosong yang
sedari tadi kulihat dari sorot matanya,meski suasa depan mall ini telah ramai
oleh lalu lalang kendaraan.”apalah yang ingin kau ketahui tentangku?”
ucapnya.”hey..tenanglah kawan,aku hanya ingin menjadi teman bicara di saat
senja ini” ucapku dengan nada menenangkan.
Dengan raut wajah memerah seolah
ingin meledak dia kembali berkata.“tak usahlah kau terlalu peduli,bukankah kau
telah mengerti tentangku? Yaa.kau sama sepertiku,menanti seseorang yang telah
kau inginkan tapi dia telah terlanjur kecewa terhadapmu dan hanya mengganggapmu
sebagai teman.benarkan?
hey vik!! ,ayo kita jalan .udah gw ambil nih uang buat service motor. Ucap
shine sambil menepuk pundakku dari arah belakang.
Beruntunglah diriku ini, selamatkan oleh shine dari amarah kaca spion
yang tadi ingin ku ajak bicara.
♦♦♦
Senja telah mati di bunuh sang malam,aku masih di sini. Sendiri di depan
warnet tempatku biasa melepas penat bersama wanita angkuh berparas cantik itu.dan
dia telah asik bercengkrama mengukir kata kata indah yang dia abadikan dalam
video kepada kekasihnya di seberang kota sana.
Mungkin terdapat kata “valentine” dan “sayang” di sana.
ahh.. apa hak ku? Aku hanya kurir tempat dia berpindah dari satu tempat ke
tempat lain,takkan ada tempatku untuk menaruh rasa cemburu di kedua pasangan
yang sedang mengukir kisah mereka di suduh hati masing masing.cih! aku
tersenyum getir di belakang punggung nya. Kurasa itu sudah cukup untuk mewakili
perasaan yang aku alami malam itu.
Lampu lampu malam terus tertawa
geli melihat seorang pria bodoh yang sedang menikmati secangkir kopi hitam .seolah
mereka berkata ”hei..sebenarnya siapa yang sedang kau bohongi,? Kau bersamanya
tapi hatinya tak bersama mu bodoh!”pergilah!! kebahagiaan itu kau cari,bukan
kau tunggu bodoh.!!”
Mendengar celoteh pedas yang memenuhi sesak dalam kepalaku,kurasa ini
saat yang tepat untuk mengungkapkan semuanya,lantas ku masuki tempat itu dan
menarik tangan lembut wanita itu. Mengungkapkan kalau dia adalah semestaku
,tempatku bertahan dan mengunci tiap sela hati yang menjadi rapat ini.
S: “yaa vik,aku juga begitu terhadapmu. Tenang saja ,dan dia adalah tempatku untuk mengisi kekosongan
di kala kita berpisah.maaf aku berbohong selama ini.”
Semesta berhenti setelah telingaku mendengar apa yang tadi ia
ucapkan,dan lampu lampu yang tadi membodohiku telah tersenyum getir dan berkata
“liat,pria bodoh itu akhirnya di satukan oleh semestanya” kau beruntung nak .
V: jadi,maukah kau mengukir setiap kenangan tua yang dulu telah terhenti
ini shine?
S: tentu .. ♥
Ku kulum bibir merah mudanya dan kubiarkan kupu kupu bersarang dalam
perutnya ,dan ku biarkan ia menikmati setiap tegukan cinta yang telah ku
berikan selama ini. Mereka berdua tersenyum dan berpelukan hingga erat.
“ hei vik !! bangun. Lo ketiduran lagi di samping
operator,ayo anter gw pulang” aku membuka mata dari suara yang tak asing di
telingaku ini, Berengsek!,aku bermimpi buruk di hari valentine ini .
PS: maaf kalo agak jelek,viki nya lagi galau waktu cerita
ke gue.